Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, pada Selasa malam, 25 Februari 2025. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah hal mulai dari potensi persaingan Agus Harimurti Yudhoyono dan Gibran Rakabuming Raka hingga Pilpres 2029.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ketua Umum Partai Gerindra itu didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya datang bersama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berikut 5 poin pidato Prabowo di acara tersebut:
1. AHY dan Gibran berpotensi bersaing jadi presiden
Ketua Umum Partai Demokrat AHY dan Wakil Presiden Gibran duduk bersampingan saat Prabowo menyampaikan pidatonya. "Sekarang duduk berdampingan, nanti bisa bersaing ini dua orang ini," kata dia.
Menurut Prabowo, keduanya masih muda dan memiliki kesempatan menjadi presiden. Dalam kongres ini, AHY baru saja terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat untuk periode 2025-2030.
2. Prabowo tidak mau maju pilpres lagi jika gagal
Saat berpidato, Prabowo juga kembali menyampaikan rencana maju di Pilpres 2029. Menurut dia, usianya tidak akan muda lagi bila maju dalam pilpres 2029. Meski begitu, dia akan tetap berjuang meski sudah tidak lagi muda.
Namun, ia mengatakan, tidak akan maju apabila terbukti gagal, setidaknya hingga tahun keempat periode jabatannya. "Kalau tahun keempat saya mengabdi dan saya kecewa dengan prestasi saya, saya tidak akan maju 2029. Malu saya dengan rakyat Indonesia," kata dia.
3. Komentar soal kabinet gemuk
Prabowo juga kembali menananggapi kritikan banyak pihak ihwal kabinet gemuk yang ia pimpin. Ia mengaku tak masalah. Yang penting, kata Prabowo, para menterinya hebat-hebat.
"Ada yang mengatakan kabinet kami gemuk, banyak ya kan? Tapi kalau banyak orang hebat ya kenapa? Yang menikmati rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo mencontohkan salah satu menteri, yaitu Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman. Menurut Presiden, menteri dari Demokrat itu memiliki rencana transmigrasi yang luar biasa. Iftitah misalnya memiliki tiga skenario menjalankan transmigrasi di tengah kebijakan pemangkasan anggaran.
4. Tidak terima dengan sebutan 'Indonesia Gelap'
Ia juga menyoroti jargon Indonesia Gelap yang selama sepekan terakhir ini disuarakan dalam unjuk rasa mahasiswa dari berbagai daerah di Tanah Air. Prabowo meyakini Indonesia akan menjadi negara yang semakin kuat dan sejahtera pada 2050. Indonesia, kata dia, akan menyalip sejumlah negara maju seperti Jepang dan Inggris pada 2050.
"Indonesia akan di atas Jepang, di atas Inggris, di atas Prancis. Kok, Indonesia gelap?" kata Prabowo sambil memainkan bibirnya.
Kepala Negara mengutip prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2050. Menurut Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang memiliki kekuatan ekonomi nomor empat di dunia. Indonesia berada di bawah peringkat Tiongkok yang ada di posisi 1, Amerika Serikat posisi kedua, dan India di nomor tiga.
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam artikel ini.
Pilihan Editor: Soal Kabinet Gemuk, Prabowo: Kalau Banyak Orang Hebat, Kenapa?