Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Akibat Covid-19, Penduduk Jatim Berkurang 50 Ribu dalam 6 Bulan Terakhir

Penurunan jumlah penduduk juga seiring dengan upaya Komisi Pemilihan Umum dalam menghilangkan dan atau membersihkan penduduk yang telah meninggal.

9 Agustus 2021 | 16.40 WIB

Petugas membawa peti jenazah untuk dikuburkan di pemakaman khusus Covid-19 TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Selasa, 20 Juli 2021. Kasus kematian harian di Indonesia kembali menjadi yang tertinggi di dunia per tanggal 22 Juli 2021, dengan 1.449 kematian. ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Perbesar
Petugas membawa peti jenazah untuk dikuburkan di pemakaman khusus Covid-19 TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Selasa, 20 Juli 2021. Kasus kematian harian di Indonesia kembali menjadi yang tertinggi di dunia per tanggal 22 Juli 2021, dengan 1.449 kematian. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pada akhir Juli 2021, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mengumumkan Data Kependudukan (Konsolidasi) Bersih atau DKB Semester I 2021. DKB adalah data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yang sudah dikonsolidasikan dan sudah dibersihkan Kemendagri.

Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah penduduk di Jawa Timur berkurang 49.891 atau hampir 50.000 jiwa. Sebab, berdasarkan DKB Semester II 2020, jumlah penduduk Jawa Timur sebesar 41.044.406. Namun berdasarkan DKB Semester I 2021, jumlah itu menyusut menjadi 40.994.515 jiwa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Adriyanto mengatakan penurunan jumlah penduduk itu dapat terjadi mengingat  sejak Januari – Juli 2021 masif dilaporkan data kematian masyarakat ke Dinas Dukcapil kabupaten/kota setempat.

“Sehingga oleh Dinas Dukcapil segera diterbitkan Akta Kematian dan Kartu Keluarga (KK) baru yang telah dihilangkan anggota keluarga yang meninggal itu, kemudian dilaporkan ke Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Pusat,” tutur Andriyanto, Senin, 9 Agustus 2021.

Penurunan jumlah penduduk, kata Andriyanto, juga seiring dengan upaya Komisi Pemilihan Umum dalam menghilangkan dan atau membersihkan penduduk yang telah meninggal dunia, namun masih tercatat di kartu keluarga.

Per Ahad, 8 Agustus 2021, kata Andriyanto, tercatat jumlah kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur sebesar 22.932 dan di antaranya anak-anak yang meninggal sebanyak 125 jiwa. Dengan rincian 0-5 tahun sebanyak 59 jiwa dan 6-18 tahun sebanyak 66 jiwa.

“Berdasarkan estimasi jumlah kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur, kurang lebih sekitar 5.733 terdapat anak-anak yang menjadi yatim/piatu/yatim piatu dikarenakan orangtuanya meninggal akibat Covid-19,” tutur Andriyanto ihwal berkurangya jumlah penduduk.

Baca Juga: Pakar Perkirakan Kematian Covid-19 Lebih Besar dari Data Resmi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus