Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Pasang-Surut Hubungan Megawati-Prabowo

Pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto dinilai untuk menormalisasi hubungan. Bagaimana riwayat hubungan mereka? 

18 Oktober 2024 | 00.00 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto ketika berpasanan sebagai Capres dan Cawapres di Jakarta, Juni 2009. Dok. Tempo/ Panca Syurkani

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pertemuan antara presiden terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga Kamis malam kemarin belum terjadi. Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan pertemuan antara Megawati dan Prabowo akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Insya Allah secepatnya ya, insya Allah," kata Puan yang ditemui di kediaman Megawati di kawasan Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hingga Kamis malam, pertemuan yang dinanti banyak pihak itu belum terlaksana. Seperti diketahui, PDI Perjuangan saat ini adalah satu-satunya partai yang belum menyatakan sikap akan mendukung atau berada di luar pemerintahan.

Analis politik Agung Baskoro mengatakan tidak ada penghalang untuk PDIP bergabung dengan pemerintahan Prabowo. Ia juga menyatakan sebetulnya dukungan partai banteng terlihat tidak terlalu jelas.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi petinggi Partai Gerindra dan PDI Perjuangan di Padepokan Garuda Yaksa, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 4 September 2022. TEMPO/M. Taufan Rengganis

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis ini menyebutkan masuknya kembali Sri Mulyani dan Budi Gunawan dalam kabinet mengindikasikan Prabowo memang telah menerima PDIP untuk bergabung. 

“Mendukung itu memang tidak harus selalu kader utama atau orang dewan pimpinan pusat,” kata Agung saat dihubungi Tempo, kemarin. 

Agung mengatakan, kalaupun PDIP mendukung, bisa jadi dukungannya secara tipis sampai Kongres PDIP pada 2025. Menurut dia, wacana pertemuan Megawati dan Prabowo memang bukan untuk menentukan arah politik PDIP, melainkan lebih pada menormalisasi hubungan di antara keduanya. 

“Karena kemarin sempat panas. Nah, ini mereka ketemu menormalisasi itu sambil menyepakati beberapa hal sebagai titik temu soal bagaimana koordinasi kerja sama di legislatif dan eksekutif,” ujarnya. 

Panas-Dingin Hubungan Prabowo-Megawati

Panas-Dingin Hubungan Prabowo-Megawati

Panas-Dingin Hubungan Prabowo-Megawati

Panas-Dingin Hubungan Prabowo-Megawati

Tujuh Poin Perjanjian Batu Tulis

Tujuh Poin Perjanjian Batu Tulis

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Eka Yudha Saputra

Eka Yudha Saputra

Alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Bergabung dengan Tempo sejak 2018. Anggota Aliansi Jurnalis Independen ini meliput isu hukum, politik nasional, dan internasional

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus