Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Pemerintah Sarankan Mudik Lebih Awal untuk Hindari Kemacetan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan puncak kemacetan Idul Fitri 1446 Hijriah terjadi pada 28 Maret 2025.

24 Maret 2025 | 17.06 WIB

Ilustrasi mudik Lebaran. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Perbesar
Ilustrasi mudik Lebaran. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan puncak kemacetan arus mudik IdulFitri 1446 Hijriah terjadi pada 28 Maret 2025. Dia mengusulkan masyarakat bisa mudik lebih awal. “(Mudik awal) ini akan membantu mengurai kepadatan di jalan tol, jalur arteri, dan juga di simpul-simpul transportasi seperti pelabuhan dan terminal," kata Dudy di Jakarta pada Senin, 24 Maret 2025, dikutip dari keterangan resmi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dudy mengatakan bahwa warga bisa memanfaatkan kebijakan work from anywhere atau bekerja dari mana saja, untuk mengimbangi perjalanan mudik lebih awal. Politikus Partai Amanat Nasional ini menyebut WFA bisa membuat pekerja lebih fleksibel. “(Dampaknya juga) diharapkan pada distribusi volume kendaraan dapat merata, sehingga perjalanan mudik bisa lebih lancar dan aman,” katanya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebelumnya Kementerian Perhubungan melaporkan ada kenaikan pergerakan penumpang angkutan umum menjelang Idul Fitri tahun 1446 Hijriyah atau 2025. Peningkatan terjadi pada semua moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun kereta api.

Laporan itu termuat dalam data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2025 Kementerian Perhubungan, pada Ahad, 23 Maret 2025. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub Budi Rahardjo mengatakan pergerakan penumpang umum pada H-9 Idul Fitri atau tepatnya pada Sabtu 2025, adalah perjalanan mudik lebih awal.

“Distribusi jumlah masyarakat yang mudik diharapkan dapat terbagi lebih merata sehingga memecah kepadatan yang diprediksi dapat terjadi pada hari-hari tertentu,” kata Budi melalui keterangan tertulis Kementerian Perhubungan pada Ahad malam.

Berdasarkan data Posko, pergerakan penumpang bus pada H-9 mencapai angka 116.789 orang. Angka ini naik 1,1 persen dibanding angkutan Lebaran tahun lalu pada periode yang sama. Untuk kapal penyeberangan, pergerakan penumpang juga mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 163.633 orang, naik 52,77 persen dibanding angkutan Lebaran tahun lalu pada periode yang sama.

Jumlah penumpang kapal laut mengalami peningkatan mencapai 62.630 orang, naik 8,11 persen dibanding angkutan Lebaran tahun lalu pada periode yang sama. Sementara pada moda transportasi udara, peningkatan jumlah penumpang tercatat pada H-10 atau Jumat, 21 Maret 2025, mencapai 183.312 orang. Angka itu 28,89 persen jika dibanding angkutan Lebaran tahun lalu pada periode yang sama. Adapun pada H-9, jumlah penumpang pesawat udara mencapai 189.122 orang.

Pada moda kereta api, pergerakan penumpang pada H-9 juga mengalami peningkatan, hingga 188.909 orang. Jumlah ini naik 57,25 persen jika dibanding angkutan Lebaran tahun lalu pada periode yang sama.

Daniel Ahmad Fajri

Bergabung dengan Tempo pada 2021. Kini reporter di kanal Nasional untuk meliput politik dan kebijakan pemerintah. Bertugas di Istana Kepresidenan pada 2023-2024. Meminati isu hubungan internasional, gaya hidup, dan musik. Anggota Aliansi Jurnalis Independen.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus