Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Pelancong di Pantai Gunung Kidul Diimbau Taati Aturan Keamanan

Tim Pencarian dan Penyelamatan Koordinator II Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau wisatawan mematuhi rambu dan peraturan.

25 Desember 2017 | 13.34 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Ilustrasi berlibur di pantai. Sxc.hu

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pencarian dan Penyelamatan Koordinator II Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau wisatawan mematuhi rambu dan peraturan bertanda bahaya di pantai.

"Hari ini, ada tiga wisatawan asal luar daerah terseret ganasnya ombak besar saat berwisata di Pantai Drini, Desa Banjarejo, Tanjungsari. Beruntung semuanya selamat," kata Sekertaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto di Gunung Kidul, Minggu, 24/12.

Ia mengatakan ketiga korban yang mengalami kecelakaan laut tersebut, yakni atas nama Ahmad Fadil Salasa (35) warga Bekasi Jawa Barat, Farid Anas (40) warga Kali Bata Jakarta, dan Aries Faisal (34) warga Kayu Agung Komiring Ilir Palembang.

Sekitar 09.00 WIB, rombongan berenang di komplek Pantai Drini. Mereka asyik bermain hingga ke tengah laut. Tiba-tiba ada ombak besar yang menghempas dan menyeret ke tengah laut.

"Wisatawan ini tampaknya tidak menghiraukan imbauan untuk tidak berenang, sehingga akhirnya terseret ombak laut," kata Surisdiyanto.

Tim SAR langsung bergerak cepat setelah mendapatkan laporan dari wisatawan lain yang tengah berada di lokasi kejadian. Tim SAR dengan mengerahkan delapan personel berhasil mengevakuasi korban menggunakan kapal.

Dua korban yang sempat banyak minum air laut dalam kondisi pingsan. Tim SAR melakukan pertolongan, korban diberikan oksigen untuk bantuan pernapasan sampai akhirnya korban kembali membaik.

"Yang dua mengalami shok, tapi tidak mengalami luka yang serius, sehingga korban pun diperbolehkan pulang." katanya.

Koordintor SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Marjono mengatakan dia sudah sering mengimbau wisatawan dan juga memasang rambu untuk tidak berenang. Namun wisatawan sering nekat.

"Kami berharap, agar wisatawan mematuhi rambu yang ada," katanya.

Ia mengatakan selama libur natal dan tahun baru pihaknya menerjunkan seluruh personel SAR untuk memantau kawasan pantai. "Seluruh personel kita terjunkan," katanya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Ā© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus