Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan orang memadati Gedung Merah Putih KPK pada Kamis, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka yang terdiri dari unsur Koalisi Kawal Capim KPK dan pegawai KPK, menggelar aksi untuk menyeruakan protes kepada Presiden Joko Widodo ihwal seleksi calon pimpinan periode 2019-2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Acara diawali dengan pertunjukan musik. Secara bersama-sama, ratusan orang menyanyikan lagu musisi Iwan Fals berjudul Bento. "Save KPK! Save KPK," seru peserta acara. Mereka juga tampak membawa sejumlah poster.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Semoga teriakan kita ini didengar oleh presiden," kata Penasihat KPK Tsani Annafari. Ia, sebagai salah satu perwakilan, mendesak Presiden Jokowi untuk tak meloloskan capim yang terbukti tidak berkualitas dan berintegritas.
"Presiden harus betul-betul memilih calon pimpinan yang berintegritas untuk diajukan ke DPR," ucap Tsani. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mengawal proses seleksi capim KPK.
"Sebagai penutup, ayo teriakkan, koruptor? Hajar! Koruptor? Hajar!" seru Tsani.
Sebagaimana diketahui, seleksi capim KPK periode 2019-2023 sudah menuai protes sejak awal pendaftaran. Gelombang protes semakin terdengar usai Panitia Seleksi Capim KPK meloloskan 20 calon di tahap profile assessment. Namun, pengumuman ini tak direspons begitu baik oleh pegiat antikorupsi.
Sebab, diantara 20 nama itu, ada capim KPK yang tidak patuh membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dan ada juga beberapa nama yang lolos seleksi punya catatan di masa lalu.