Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hukum

Keluarga Novel Baswedan Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta

Taufik Baswedan, kakak Novel Baswedan, menyatakan sangat kecewa dengan kinerja tim gabungan Kepolisian RI.

12 Oktober 2017 | 11.20 WIB

Novel Baswedan: Saya Khawatir Ini Pengalihan Isu
material-symbols:fullscreenPerbesar
Novel Baswedan: Saya Khawatir Ini Pengalihan Isu

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Novel Baswedan kembali meminta Presiden Joko Widodo membentuk tim pencari fakta untuk menginvestigasi peristiwa penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Taufik Baswedan, kakak Novel, menyatakan sangat kecewa dengan kinerja tim gabungan Kepolisian RI yang tak mampu mengungkap pelaku dan dalang teror tersebut selama enam bulan penyelidikan. “Ini menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah. Sebab, negara tak akan maju dan kuat jika penegakan hukumnya lemah," kata Taufik kepada Tempo, Rabu, 11 Oktober 2017.

Baca: Koalisi Masyarakat Tagih Janji Polisi Soal Kasus Novel Baswedan

Novel mengalami luka parah pada dua matanya akibat disiram air keras oleh dua orang tak dikenal saat pulang dari salat subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya, Selasa, 11 April 2017. Keluarga serta sejumlah tetangga yang menjadi saksi telah memberi keterangan dan barang bukti, termasuk foto tiga orang mencurigakan yang dalam periode satu bulan sebelum penyerangan kerap terlihat berseliweran di sekitar rumah Novel.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Namun tim gabungan Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara berkukuh masih kekurangan bukti dan informasi, sehingga tak kunjung berhasil mengungkap kasus ini. Alasan polisi sempat berkutat pada soal buruknya kualitas gambar kamera pengawas di tempat tinggal Novel dan sekitarnya.

Mereka pun mengaku tak bisa menyelesaikan sketsa wajah orang yang dicurigai sebagai pelaku meski telah meminjam teknologi kepolisian Australia. “Kami masih dapat tiga sketsa yang masing-masing tidak sesuai dengan yang diharapkan. Masyarakat terlalu besar ekspektasinya, tapi ternyata enggak cocok,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto.

Baca juga: Kata Mabes Polri Soal Pengusutan Kasus Novel Baswedan

Pengamat hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai kepolisian tak serius menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo, yang meminta kasus tersebut segera dituntaskan. Menurut dia, Jokowi harus memperingatkan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian agar segera memerintahkan anak buahnya untuk menegakkan hukum.

“Presiden itu komandan tertinggi keamanan. Publik akan melihat Presiden tak serius dan akan menyudutkan Jokowi dalam pemilihan umum selanjutnya akibat masalah ini,” ucap Feri. “Kepastian tegaknya hukum diperlukan sebagai bentuk perlindungan bagi aparatur negara yang mendapat serangan.”

FRISKI RIANA | ARKHELAUS W. | ANDRI EL FARUQI

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus