Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memastikan akan membangun kembali rumah warga Lombok yang rusak akibat gempa. Dia membujuk pengungsi gempa lombok agar bersedia membangun kembali rumah mereka yang hancur dengan teknologi tahan gempa. Teknologi tersebut diberi nama Rumah Instan Sederhana Sehat atau Risha.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Saya hanya ingin pesan, membangunnya nanti akan diawasi oleh Pak Gubernur kemudian akan diberikan bimbingan oleh Pak Menteri PU. Nanti membangunnya harus rumah yang tahan gempa. Namanya sistem Risha. Jadi kalau ada gempa itu tidak goyah," kata Jokowi saat bertemu dengan para pengungsi yang berada di lapangan Kantor Bupati Lombok Utara pada Senin malam, 13 Agustus 2018, seperti dilansir keterangan tertulis dari Biro Pers Sekretariat Presiden.
Jokowi menuturkan, teknologi tersebut memiliki keunggulan tahan terhadap goncangan gempa. Dengan riwayat wilayah Lombok yang termasuk rawan gempa, dia menilai perlu ada antisipasi. "Sehingga kalau ada apa-apa rumah tetap bisa berdiri kokoh," katanya.
Jokowi menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pembangunan rumah tahan gempa tersebut. Rencananya, besok pemerintah sudah mukai menyalurkan bantuan perbaikan rumah secara bertahap. Pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk tiap kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat.
Mengutip laman e-produk Litbang PUPR, pembangunan rumah dengan teknologi RISHA telah dilakukan di Aceh pasca tsunami melanda. Sebanyak kurang lebih 10 ribu unit dibangun dengan teknologi tersebut.
Simak juga: Gempa Lombok, PVMBG Temukan Sesar Baru
RISHA merupakan rumah dengan konsep knock down. Proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat. Salah satu keunggulannya ialah sifatnya yang fleksibel sehingga mampu menahan goncangan gempa.
Kementerian PUPR menuliskan, setelah melalui proses pengembangan sejak 2004, teknologi pembangunan rumah ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hingga kini, RISHA telah didirikan di lebih dari 60 wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit. Makanya, Jokowi berharap para pengungsi gempa Lombok yang rumahnya hancur bisa mengadapsi sistem ini.