Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

KIP Kuliah Tak Tepat Sasaran, Universitas Brawijaya Evaluasi Data Mahasiswa

Universitas Brawijaya (UB) evaluasi ulang kelayakan mahasiswa penerima KIP Kuliah dengan tiga tahapan proses.

12 Mei 2024 | 06.00 WIB

Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Malang, Selasa, 17 Juli 2012.
Perbesar
Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Malang, Selasa, 17 Juli 2012.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Brawijaya (UB) berencana melakukan verifikasi data perihal sejumlah informasi mengenai mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah yang tidak tepat sasaran. Menanggapi viralnya mahasiswa penerima KIP Kuliah yang memamerkan gaya hidup hedon di media sosial, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa Setiawan Noerdajasakti, mengatakan kampus akan mengevaluasi dan memverifikasi kembali data penerima KIP Kuliah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kami akan melakukan evaluasi ulang kelayakan mahasiswa sebagai penerima KIP-K. Ada tiga tahapan proses yang akan dilakukan," ujar Setiawan dilansir dari laman UB pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pertama, lanjut Setiawan, UB akan mendata dan mengidenfitikasi nama-nama mahasiswa yang beredar di media sosial sekaligus nama-nama yang terlapor melalui UB-Care. Kedua, melanjutkan proses evaluasi penerima KIP-K yang secara rutin dilaksanakan tiap semester. "Ketiga, memanggil mahasiswa-mahasiswa yang terlapor untuk evaluasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, UB masih menerima laporan soal dugaan adanya penyaluran KIP Kuliah yang tidak tepat sasaran. Kemahasiswaan telah mendata dan mengidentifikasi nama-nama mahasiswa yang muncul di media sosial, serta menerima laporan baik secara langsung kepada kemahasiswaan maupun melalui layanan UB-Care.

Kemudian, mereka akan menelusuri lebih lanjut seputar laporan tersebut. Adapun jika setelah verifikasi data ditemukan indikasi kuat melakukan kecurangan, UB akan mengundang yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi dan mengevaluasi hal tersebut.

UB Evaluasi Penerima KIP Kuliah Tiap Semester

Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa, Ilhamuddin mengklaim mereka telah secara rutin mengevaluasi penerima KIP Kuliah pada tiap semester. Termasuk pembinaan mental, soft skill, pengembangan karakter dan berperilaku profesional, serta bagaimana berperilaku bijak dalam media sosial.

Adapun evaluasi secara eksplisit dilakukan terhadap performa akademis penerima KIP Kuliah, yaitu IPK tiap semester yang tidak boleh di bawah tiga dan tidak diperkenankan cuti kuliah kecuali ada sakit keras.

Ilham juga mengungkap, proses seleksi calon penerima KIP Kuliah di UB dilakukan secara berlapis. Mulai dari pendaftaran hingga diterima sebagai kandidat bantuan beasiswa itu.

Pertama, begitu mahasiwa mendaftar, data akan masuk ke sistem KIP Kuliah pusat dan diverifikasi oleh sistem KIP. Kedua, data diunduh dan diseleksi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan secara umum, seperti tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi prestasi akademis.

Setelah diseleksi, nama-nama yang bisa dicalonkan sebagai penerima KIP Kuliah muncul. Ketiga, data calon penerima disinkronisasi dengan data yang diinput oleh mahasiswa pada saat pendaftaran ke UB.

Jika data yang dimasukkan sudah sesuai dengan yang ada di pusat, maka mahasiswa dapat dicalonkan sebagai calon penerima. Sebaliknya, jika terdapat data yang tidak sikron, maka nama tersebut disisihkan dari calon penerima dan dievaluasi kembali.

Keempat, pihak UB juga melakukan evaluasi lapangan untuk mengetahui kelayakan dan kesesuaian calon menjadi penerima KIP Kuliah. Namun, evaluasi lapangan masih terbatas di Jawa Timur karena kekurangan sumber daya. Sementara kandidat yang berasal dari luar Jawa Timur dievaluasi berdasarkan data sistem.

Sebagai informasi tambahan, UB mencatat telah memberikan beasiswa KIP Kuliah sebanyak 6.568 mahasiswa sejak 2020 hingga 2023. Rinciannya yaitu pada 2023 menyasar sebanyak 1.071 (KIP-K) dan 704 (Bantuan Biaya Pendidikan). Pada 2022 sebanyak 1.634, tahun 2021 ada 1.942 dan 2020 sebanyak 1.921 mahasiswa.

Penerima beasiswa KIP Kuliah mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 950 ribu setiap bulan yang diberikan tiap awal semester. Beasiswa tersebut digunakan untuk biaya hidup, tempat tinggal, dan buku.

Intan Setiawanty

Memulai karier jurnalistik di Tempo pada 2023. Alumni Program Studi Sastra Prancis Universitas Indonesia ini menulis berita hiburan, khususnya musik dan selebritas, pendidikan, dan hukum kriminal.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus