Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Pemprov Jakarta akan Merenovasi Tanggul di Muara Angke untuk Cegah Banjir Rob

Rencananya, renovasi tanggul di Muara Angke akan dilakukan usai musim Lebaran 2025.

25 Maret 2025 | 10.55 WIB

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, foto bersama dengan personel pemadam kebakaran usai apel besar kesiapsiagaan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi Jakarta di Kantor Gulkarmat Jakarta Pusat, 24 Maret 2025. Tempo/Martin Yogi Pardamean
material-symbols:fullscreenPerbesar
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, foto bersama dengan personel pemadam kebakaran usai apel besar kesiapsiagaan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi Jakarta di Kantor Gulkarmat Jakarta Pusat, 24 Maret 2025. Tempo/Martin Yogi Pardamean

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung akan merenovasi tanggul di Muara Angke untuk mencegah banjir rob di wilayah pesisir Jakarta. Rencananya, renovasi tersebut akan dilakukan usai musim Lebaran 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Tanggul di Muara angke akan kami naikkan 2,5 meter,” kata Pramono saat ditemui di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Selasa, 25 Maret 2025.

Sebagai langkah antisipasi awal untuk menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi terjadi 28 hingga 29 Maret 2025, Pemerintah Provinsi Jakarta telah memasang bronjong-bronjong penyekat di sekitar wilayah pesisir untuk menahan air bah.

Selain itu, Pramono mengatakan sebanyak 500 pompa di 200 titik telah disiapkan. “Nanti setelah Lebaran akan kami tinggikan di beberapa tempat sesuai kesepakatan dengan warga,” kata dia.

Pramono telah mengingatkan potensi banjir rob di wilayah persisir Jakarta yang diprediksi lusa. Dia meminta masyarakat agar waspada, tetapi tidak panik atas potensi banjir tersebut.

“Setiap ada potensi ancaman untuk adanya banjir, kami akan mengumumkan kepada publik supaya semuanya siap,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, pada Ahad, 23 Maret 2025.

Pemprov Jakarta telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) untuk pembangunan turap penahan air di berbagai titik. Dia mengatakan turap-turap yang telah dibangun saat ini masih belum cukup menahan banjir rob yang terjadi.

Pramono menyebut turap di Jalan Martadinata akan dikerjakan oleh Kementerian PU, tetapi untuk turap-turap di wilayah lain akan dibangun oleh Pemprov Jakarta. 

Selain itu, Pemprov Jakarta juga akan mendukung realisasi proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Menurut Pramono, pembangunan tanggul laut raksasa ini dapat membantu menangani salah satu persoalan banjir Jakarta, yakni banjir rob. 

Pramono menyebut meski tanggul laut raksasa ini merupakan proyek strategis nasional, tetapi pemerintah Jakarta telah mempersiapkan diri jika diminta untuk bertanggungjawab atas 11,2 kilometer bangunan tanggul yang menjadi desain dari tanggul laut raksasa itu. 

“Kami sudah mempersiapkan sejak awal. Jadi kalau ada perubahan aturan maka yang menjadi tanggung jawab kami yang 11,2 kilometer itu,” kata Pramono kepada Tempo di kantornya di Balai Kota, Jakarta, pada Senin, 10 Maret 2025.

Selain menyiapkan megaproyek ini, Pramono mengatakan telah menyiapkan beberapa langkah penanganan lain untuk banjir rob Jakarta. Seperti memastikan kesiapan 500 pompa air di 200 titik serta pembangunan turap-turap baru di Jakarta.

Oyuk Ivani Siagian

Bergabung dengan Tempo pada 2024, sesaat setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus