Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa suami mantan anggota Badan Pengawas Pemilu Agustiani Tio Fridelina, Adrial Wilde, pada Senin, 17 Februari 2025. Adrial diperiksa sebagai saksi atas kasus perintangan penyidikan yang melibatkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pilihan editor: Prabowo Serukan "Hidup Jokowi", Ray Rangkuti: Presiden Masih Perlu Basis Pendukung Jokowi
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Istri Adrial, Agustiani Tio, merupakan mantan terpidana perkara suap yang melibatkan buron Harun Masiku. “Saya kebetulan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi, keterangan-keterangan itu masih ada kaitannya karena saya sebagai suami dari Ibu Tio,” kata Adrial kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Adrial, Army Mulyanto, mengatakan substansi perkara lebih ditekankan kepada aspek perintangan penyidikan. “Dalam bahasan kapasitas Pak Adrial hari ini hanya sebatas dalam konteks obstruction-nya, bukan dari sisi penyuapannya,” kata Army.
KPK telah mengeluarkan larangan bepergian ke luar negeri bagi Tio dan Adrial. Army menuturkan, saat ini kondisi kesehatan Tio sedang tidak stabil. Tio diketahui memiliki polio di usus, yang apabila tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi kanker. Untuk itu, Army berharap KPK bisa memberikan kesempatan bagi Tio untuk berobat ke Guangzhou, Tiongkok.
Dalam perkara suap yang melibatkan Harun Masiku, KPK telah menetapkan Hasto Kristiyanto dan advokat Donny Tri Istiqomah sebagai dua tersanga baru. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 24 Desember 2024.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan Hasto bersama-sama dengan Harun Masiku, Saeful Bahri, dan Donny melakukan penyuapan terhadap Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina sebesar S$19.000 dan US$ 38.350 pada periode 16 Desember 2019–23 Desember 2019 agar Harun Masiku dapat ditetapkan sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil I Sumsel.
Selain itu, KPK turut menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan.
Mutia Yuantisya berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: TNI Bantah Gedung SMP Agandugume Jadi Basis Pos Pertahanan