Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tim pemenangan kedua kubu pasangan calon presiden-wakil presiden pada Jumat, 28 Desember 2018 masih belum bulat memutuskan jadwal debat kelima. Hasil dari rapat ini menyatakan jadwal debat pilpres kelima akan kembali dibahas dalam rapat evaluasi debat pertama.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Tadi disepakati, nanti setelah debat pertama dilakukan evaluasi dan sekaligus usulan debat kelima,” kata Arief di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pada rapat sebelumnya antara KPU, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, jadwal debat disepakati akan dimulai pada Januari 2019. Rencananya, empat debat lain diselenggarakan pada tanggal 17 Januari, 17 Februari, 17 Maret, dan 30 Maret, sedangkan debat kelima mulanya dijadwalkan pada 13 April, namun terdapat kontradiksi sehingga belum dapat diputuskan.
Direktur Program TKN Aria Bima menjelaskan alasannya menolak debat pada 13 April. Menurut dia, tanggal itu terlalu berdekatan dengan jadwal masa tenang pada 14 April. Sehingga mereka menganggap tidak ada lagi waktu bagi TKN untuk mengedukasi publik atas apa yang jadi topik debat satu hari sebelumnya.
Mereka pun mengusulkan agar debat dilaksanakan sebelum 13 April. Opsinya antara tanggal 10, 11, dan 12 April. Namun keberatan justru muncul dari kubu lawan yang mengatakan sudah terlebih dulu menyusun jadwal pada tanggal-tanggal yang diusulkan kubu inkumben.
Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso yang mewakili kubu Prabowo mengatakan mereka lebih cocok dengan tanggal 13 April agar tak ada bentrokan jadwal. Menurut Priyo, dalam rapat sore tadi, Aria sebetulnya sudah menyatakan tidak keberatan, namun ia meminta waktu untuk mendiskusikannya kembali di internal TKN.
Aria menyatakan sepakat, karena setelah ia pertimbangkan kembali publik masih dapat mendapatkan informasi dan penajaman dari topik-topik debat pilpres sehari sebelumnya, melalui penjelasan yang diwartakan wartawan. “Kami masih menawar supaya ini bisa dibicarakan lebih dulu,” ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.