Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam percepatan vaksinasi mengejar target 70 persen populasi saat ini ada mobilitas dan persepsi masyarakat yang menganggap kasus Covid-19 sudah selesai.
“Tantangannya mobilitas yang tidak mudah, dan persepsi. Dianggap Covid selesai. Beda waktu Juli banyak kematian, itu yang ngantri vaksin banyak sekali. Sekarang agak slow,” kata dia, di Bandung, Rabu, 15 Desember 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ridwan Kamil mengatakan, percepatan vaksinasi mengejar target akhir tahun ini terus dikebut. Tambahan sasaran vaksinasi Covid-19 untuk usia 16-11 tahun bisa mempercepat cakupan target tersebut. “Kami dorong dengan pintu vaksin 6-11 tahun, itu akan menambah signifikan,” kata dia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ridwan Kamil mengatakan, saat ini vaksin Covid-19 dosis pertama di Jawa Barat sudah menembus 70 persen. Sementara dosis dua sudah 60 persen.
“Kami tiap minggu memantau. Kabupaten paling bawah, Kabupaten Sukabumi sedang kita dorong karena masih di bawah 50 persen. Cimahi, Bandung sudah mau 100 persen Alhamdulillah,” kata Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengatakan, mengenai vaksin booster belum jadi prioritas di Jawa Barat. “Kita prioritaskan yang (dosis) satu dua dulu. Walau pun sudah di izinkan,” kata dia.
Ridwan Kamil mengatakan, booster baru akan dibuka saat stok vaksin, sekaligus untuk mengantisipasi masa waktu kadaluwarsa vaksin. “Booster akan dilakukan jika satu dua belum ditemukan, stok masih banyak dan takut kadaluwarsa, itu bisa didorong. Jadi di Jawa Barat saat ini belum jadi kebijakan karena kita sedang fokus vaksin satu dan dua,” kata dia.
Jelang libur Nataru ini Ridwan Kamil meminta warga tetap menjaga disiplin protokol kesehatan. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta memberi contoh.
“Jadi saya himbau agar kewaspadaan ini tetap dijaga, minimal di mereka yang jadi teladan yaitu PNS, tolong jangan mengambil cuti, libur, dan sebagainya supaya mengurangi pergerakan yang tidak perlu,” kata Ridwan Kamil.