Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Seorang mahasiswa Telkom University Bandung dari jurusan Desain Komunikasi Visual angkatan 2020 ditemukan tewas pada Minggu malam, 2 Juni 2024. Dia diduga mengakhiri sendiri hidupnya di kamas kos yang berlokasi di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Direktur Sekretariat dan Perencanaan Strategis Telkom University Bandung, Anisah Firli, memastikan kalau si mahasiswa tak memiliki masalah akademik di kampus ataupun biaya kuliah. “Dinilai sebagai mahasiswa yang berperilaku baik dan juga memiliki nilai akademik yang sangat baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu 5 Juni 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut Anisah, dugaan kematian karena bunuh diri itu juga mengejutkan rekan-rekan korban. “Dikarenakan dalam beberapa minggu terakhir tidak memberikan tanda-tanda apapun, dan masih beraktivitas seperti biasanya,” kata Anisah.
Kepala Bagian Public Relations dan Analytics Telkom University, Daris Rohmansyah Maulana, menambahkan bahwa motif dugaan bunuh diri mahasiswa berusia 22 tahun tersebut belum diketahui. Soal isi surat korban yang juga menyatakan tidak bisa melanjutkan kuliah, menurutnya, bukan karena terkendala biaya.
“Tidak ada kendala biaya, keluarganya juga berkecukupan,” kata Daris terpisah, Rabu. Diterangkannya, masa perkuliahan program S1 di Telkom University jika diselesaikan tepat waktu berkisar antara 3,5 hingga 4,0 tahun.
Kematian mahasiswa Telkom University diketahui pada Minggu malam lalu, pukul 20.30 WIB. Diawali dari kedatangan seorang teman di tempat kos. Saat mengetuk pintu kamar kos, dia tak mendapati adanya respons. Dari situ diketahui bahwa korban telah meninggal.
Setelah pihak keluarga dihubungi, jenazah korban dibawa untuk dimakamkan pada 3 Juni 2024 pukul 10.00 WIB. Kampus Telkom University menyatakan duka cita yang mendalam.
Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi : Yayasan Pulih (021) 78842580